Percakapan antara 2 orang Narapidana di sebuah penjara.
Napi 1 : “Kamu tahu gak? Kita ini sangat beruntung!”
Napi 2 : “Oh ya? Kenapa?”
Napi 1 : “Dengan adanya kita disini, kita sudah membuat dunia jadi lebih baik!”
Percakapan antara 2 orang Narapidana di sebuah penjara.
Napi 1 : “Kamu tahu gak? Kita ini sangat beruntung!”
Napi 2 : “Oh ya? Kenapa?”
Napi 1 : “Dengan adanya kita disini, kita sudah membuat dunia jadi lebih baik!”
Seorang pakar ayam dari Toronto sedang melakukan studi mengenai fenomena banyaknya ayam broiler yang diternakkan di daerah Ciamis – Jawa Barat.
Setelah berputar-putar melihat kandang-kandang ayam, sang konsultan mulai merasa lapar. Maka pergilah ia ke sebuah restoran.
Ternyata restoran ini hanya menjual sop saja. Tak ada pilihan lain.
“Ya, sudah! Saya pesan sopnya satu”, kata konsultan.
Diluar dugaan ternyata sop yang disajikan enak sekali. Sampai sang konsultan nambah berkali-kali.
Akhirnya sang pelayan pun dipanggil sambil bisik-bisik.
“Ini sop kok enak sekali. Apa resepnya?”, tanya konsultan.
Sang pelayan menggelengkan kepalanya. Enggan untuk menjawab. Sang konsultan mulai faham. Diberikan uang $50 kepada pelayan itu.
Konsultan : “Apa resepnya?”
Pelayan : “Anu-anu …… Ini sop biasa pak”
Konsultan : “Sop apa?”
Pelayan : “Anu… pak. Sop ayam!”
Konsultan : “Ah… tak mungkin. Saya ini ahli ayam yang sudah keliling dunia! Pasti ada sesuatu yang dirahasiakan!”
Pelayan : “Benar pak! Ini daging ayam spesial, Pak!”
Konsultan : “Apanya yang spesial?” (sang konsultan mulai tidak sabar)
Pelayan : “Anu …. Pak. Ini rahasia keluarga yang turun temurun. Saya tak boleh menceritakannya.”
Sang Konsultan semakin paham. Dan diberikannya uang $100 kepada pelayan tersebut.
Pelayan : “Tapi Bapak jangan bilang sama siapapun. Sop ayam tadi …!” Si pelayan sedikit ragu-ragu, menengok kiri kanan, kemudian berbisik ” … dicampur sedikit daging kuda”.
Konsultan : “Sedikit? Berapa banyak? Kok bisa enak sekali sopnya?”
Pelayan : “Anu… Pak. Fifty-fifty!”
Konsultan : “Fifty-fifty? Maksudnya sekilo daging ayam dicampur dengan sekilo daging kuda?”
Pelayan : “Bukan, Pak! Satu ekor ayam dan satu ekor kuda!”
Seorang kakek dan cucu sedang jalan-jalan. Karena hari panas mereka beristirahat di bawah pohon.
Si cucu yang memang cerdas mengajukan gagasan ke si kakek.
“Kek, apakah kakek mau memberi saya uang 1000 rupiah, bila saya berhasil menegakkan seekor cacing tegak lurus di atas tanah?”
Si kakek tak percaya. Pikirnya mana bisa. Katanya: “Oke, kalau bisa, besok kakek kasih kamu 1000 rupiah.”
Si cucu lantas mencari cacing di bawah pohon. Ketemu satu. Dibawanya si cacing eksperimen ke depan kakek. Lantas si cucu mengambil hair-spray dari kantong baju. Si cacing malang disemprot beberapa kali, lantas mati kaku. Dengan mudah si cucu menegakkan sang cacing tegak lurus di atas tanah. Si kakek kagum, cucunya memang pintar.
Sampai di rumah ceritalah si cucu tentang janji sang kakek pada sang nenek. Si nenek mendengar penuh pesona. Karena hari sudah siang, si cucu harus tidur siang.
Sore harinya si nenek mencari si cucu sambil membawa uang 2000 rupiah.
“1000 rupiah dari si kakek, dan 1000 rupiah lagi dari nenek untuk ide yang bagus.” kata sang nenek.
Pada suatu hari, ada tiga orang antri untuk masuk ke surga. Tampaknya hari itu sedang lagi rame-ramenya orang mengantri untuk masuk surga. Saking ramenya, sang malaikat terpaksa berkata kepada orang banyak bahwa ia hanya memperbolehkan orang yang mengalami kematian yang sangat mengenaskan yang dapat masuk ke surga!
mulailah orang yg pertama memulai ceritanya:
“Begini… saya mencurigai istri saya ada main dengan lelaki lain, saya putuskan untuk pulang lebih awal hari itu ke apartemen saya yg ada di lantai 25 dan seperti yang saya duga, tampaknya ada yang tidak beres saat itu. mulailah saya berkeliling mencari si hidung belang. Akhirnya saya temukan sang hidung belang sedang bergelantungan di balkon saya. Saya marah dan memukul jari jari sang hidung belang. Saya ambil palu dan pukulkan ke tangan dia, akhirnya dia jatuh. ternyata dia bernasib baik, dia jatuh di rerumputan yang lebat dan selamat. Saya tidak tahan lagi, saya ambil lemari es dan lempar barang itu tepat di atas kepala si hidung belang. Sesudah itu saya terkena serangan jantung dan mati”. “Emm.. hari yang sial rupanya..” angguk si malaikat dan mengizinkan orang itu masuk.
Orang kedua pun siap dengan ceritanya:
“Hari ini hari yg sangat aneh buat saya… Saya tinggal di lantai 26 dan latihan pagi tiap harinya. Nah, hari itu, entah gimana, saya terpeleset dan terjatuh dari apartemen saya. Tapi syukurlah, saya berhasil menggengam di balkoni yg lantai 25. Untunglah selamat, tiba tiba ada seseorang muncul dan saya pikir saya akan diselamatkan, tetapi ini orang malah memukuli jari jari saya dan parahnya lagi dia mengambil palu dan menghancurkan jari jari saya. Kontan saya tidak tahan dan jatuh. Untungnya saya masih selamat karena saya jatuh di rerumputan lebat. Belum sempat saya mengambil nafas, ada benda putih besar melayang di atas saya dan .. emm.. saya tiba tiba ada disini… begitulah…
“mati yang mengenaskan… oke.. kamu boleh masuk”, kata si malaikat.
berlanjut ke orang ketiga. Si malaikat pun bertanya kepadanya, “apakah kematianmu cukup mengenaskan ?” orang ketiga memulai ceritanya : “begini, bayangkan ini, saya meringkuk…kedinginan… di lemari es… dan telanjang … dan … “
Sebuah resepsi sedang berlangsung di Paris. Salah seorang tamu, Presiden Numeri dari Sudan, kehilangan surat undangannya. Namun begitu, ia tetap melangkah ke pintu dan berkata kepada petugas yang ada di sana diterangkannya siapa dirinya sebenarnya.
“Tapi dari mana kami bisa tahu kalau apa yang kau katakan itu benar?” tanya salah seorang petugas.
“Sejam yang lalu Pablo Picasso juga datang kemari dan mengatakan bahwa surat undangannya hilang, Kami berikan cat dan kuas kepadanya. Dalam sekejap mata saja ia berhasil membuat sebuah lukisan yang luar biasa. Kemudian setengah jam yang lalu Pablo Casals datang, juga tanpa surat undangan. Kami berikan biola kepadanya. Ia memainkan sebuah musik yang indah …”
“Siapa Pablo Picasso dan Pablo Casals itu?”
“Cukup” kata petugas tersebut. “Berarti anda memang benar Presiden Numeri”
Disebuah toko material terjadilah percakapan berikut.
Dadang : “Kang, beli paku sekilo!”
Tukang : “Dibungkus?”
Dadang : “Gak, Kang! Dimakan disini!”
Tukang : “???”
Suatu hari Indonesia mengadakan kontes “Banyak-banyak Anak” di Gelora Bung Karno. Pesertanya terdiri dari 3 negara yakni India, Thailand, dan Indonesia.
Tidak beberapa lama, muncul pasangan pertama dari India dengan mengendarai bus. Kemudian keluarlah pasangan tersebut bersama 30 orang anaknya. Para penonton bertepuk tangan!
Selanjutnya datang pasangan kedua dari Thailand dengan membawa dua buah truk. Lalu turunlah pasangan tersebut bersama 60 orang anaknya. Penonton semakin bersorak!
Terakhir datang pasangan dari Indonesia dengan mengendarai becak (lho?)…. Kemudian salah satu penonton berteriak.
Penonton : “ITU… AYAH DATENG!!!!”
SEMUA PENONTON : “AYAAAHHHHH… AYAAAAHHHHH… AYAAAAAHHHH….!!!!!!!”
Sebuah grup band yang terdiri dari 3 orang cacat, yakni si Buta, si Tuli, dan si Pincang baru saja bermain band di sebuah pentas musik. Setelah selesai bermain, mereka mengeluh di belakang panggung.
Buta : “Ahhhh, payah ni… masa pas kita lagi maen panggungnya gelap? Gimana penonton bisa liat aksi kita?”
Tuli : “Dasar bego lu! Panggungnya terang banget tau… Justru sound systemnya yang jelek, Gitar gw aja kagak kedengeran suaranya!”
Buta : “Idih sarap lu! Panggungnya yang gelap bego!”
Tuli : “Lu yang sarap! Soundnya yang jelek!”
Kemudian si Pincang datang memisahkan mereka.
Pincang : “Udah…udah! Jangan pada brantem napa! Lu bedua salah! Panggungnya udah terang! Sound systemnya juga udah bagus! CUMA LANTAINYA DOANK YANG MIRING!